KURSUS KEPEMILUAN #ELECTION COURSE KPU KOTA MOJOKERTO| Tanggal 22-23 NOPEMBER 2018

PILKADA SERENTAK 2018 BERIMPLIKASI PADA PETA POLITIK PEMILU SERENTAK 2019

PILKADA SERENTAK 2018  BERIMPLIKASI PADA PETA POLITIK PEMILU SERENTAK 2019

OLEH : SOEKRISNO ADI

DIVISI HUKUM KPU KOTA MOJOKERTO

Gelar dan perhelatan electoral di pelaksanaan Pilkada secara langsung dan juga serentak pada gelombang ke tiga yang akan dilaksanakan pada Hari rabu tanggal 27 juni 2018 dengan total sebanyak  171 daerah akan menggelar Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di (17 provinsi,115 kabupaten dan 39 kota) tentunya dari akumulasi jumlah keseluruhan daerah otonom yang bakal menggelar pemilihan kepala daerah dan wakil kepala derah,maka pilkada pada tahun ini merupakan gelaran/event  yang terbesar sepanjang pelaksanaan pilkada serentak pada gelombang pertama 2015 dan gelombang ke dua 2017.sehingga tentu waktu pelaksanaan tahapan pilkada 2018 juga  amatlah dekat dengan masa tahapan pendaftaran calon Presiden dan wakil Presiden serta Calon Legislatif yang akan di laksanakan yakni pada hari rabu tanggal 17 april 2019,tentu untuk masa pada periode( 2019-202) ,bahkan ada beberapa Tahapan  pemilu serentak 2019 yang  tahapannya beririsan dengan Tahapan pilkada,sehingga dapat di katakan juga bahwa pelaksanaan pilkada serentak 2018 ini tentunya tidak hanya memilih Gubernur dan wakil Gubernur dan Bupati dan wakil Bupati serta Wali kota dan wakil wali kota. Sehingga karena faktor kedekatan periode waktu tersebutlah,maka membuat hasil pilkada 2018 ini tentu secara politik bakal berpengaruh terhadap moment sejarah perhelatan/kontestasi di pemilihan Presiden dan wakil Presiden 2019. Bahkan dapat di anggap pula bahwa pilkada serentak 2018 sebagai babak/etape kualifikasi guna menetukan peta politik koalisi partai untuk mengusung calon Presiden dan wakil Presiden di 2019 nantinya. Maka dari itu Dengan adanya situasi seperti ini,tentunya momen pilkada serentak 2018 menjadi lebih menarik dan sangatlah penting karena semua  partai politik tak terkecuali empat partai politik pendatang baru di pemilu serentak 2019 nanti bakal melakukan pemanasan (warm up) terhadap mesin partainya,untuk menakar  sejauh mana kekuatan dan ketahanannya saat ini. Manakala partai politik mengusung calon kepala daerah berasal dari kader partai itu sendiri,Maka ketika kader partai yang telah di calonkan tersebut menuai keberhasilan terpilih sebagai kepala daerah di pilkada 2018,tentunya ini merupakan indikator bahwa mesin partai  di daerah tersebut berjalan dengan baik dan  dapat di jadikan ukuran terhadap suksesi pemilu serentak 2019. Dan sebaliknya jika kader yang di usung dari partai yang bersangkutan tersebut tidak berhasil atau gagal terpilih menjadi kepala daerah,maka  momen tersebut dapat di jadikan bahan evaluasi (critical point) untuk memperbaiki dan membenahi mesin partainya, sehingga semua partai akan dapat mengukur dan menakar kekuatan serta ketahanan mesin partai mereka, dalam menyongsong perhelatan Pemilu serentak 2019, dan masing-masing partai politik akan memperkirakan sejauh mana nilai tawar mereka untuk membentuk gabungan atau koalisi dengan partai lain untuk mengusulkan calon Presiden dan wakil Presiden di Pemilu serentak 2019.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *